sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang kekuningan layu karena belakangan hujan tak pernah turun lagi, kuhentikan motor matic saya ketika ada seorang yang sedang mencari rumput di pinggir jalan desa tersebut.
pak numpang nanya kalau desa bangodua itu di mana ya?
terus aja mas nanti di depan mas dapat desa namanya karanggetas , teruus lagi nanti dapat desa lagi.. itu desa bangodua mas..” katanya sambil terus memainkan aritnya .
makasih pak ya ..! o iya bapak mau rokok? ini pak! “ kataku mencoba mengakrabkan diri, karena saya pikir pingin istirahat dulu sambil menyiapkan keberanian untuk menemui may di depan orang tuanya.
wah ! makasih mas.. saya tidak ngerokok..”
haduuu maaf ya pak ..!”
angin kemarau menerpa wajah kusut ku yang dari semalam tak bisa tidur karena memikirkan kata pertama yang harus ku ucapkan di depan orang tua may.
saya memang sudah bertekad untuk mengakhiri petualangan dosa saya dengan may dengan mengikatnya dalam sebuah wadah pernikahan , karena saya yakin dia akan berubahkarena saya pikir dia menekuni pekerjaannya selama ini karena terpaksa
mas..mas..bangun! hati hati motornya jangan di tinggal gitu..!
ya allah rupanya saya tertidur , makasi pak yah..
kulihat bapak pencari rumput sudah bersiap siap untuk pulang dia memandandang saya sambil tersenyum
mas kalau istirahat jangan di sini ..! rawan..” katanya sambil meninggalkan saya
iya pak..!
dua kilo lebih selepas desa yang di katakan bapak pencari rumput tadi, baru saya memasuki sebuah perkampungan lagi, seperti perkampungan di indramayu pada umumnya sepanjang jalan desa terlihat beberapa rumah megah yang kontras dengan pemandangan sekelilingnya, saya pikir itu pasti rumahnya tuan tanah atau mungkin rumah buruh migran.. ah masa bodo emang kaya gini indramayu ma.
pak numpang nanya ..kalau rumah may..! mayana di mana pak? “aku bertanya pada penjual bensin eceran di pertigaan bangodua .
may siapa mas..? , kalau di sinima tidak ada yang namanya may mas..”
mayana !” kataku mencoba menjelaskan
mayana? siapa ya gak ada mas ! coba tanya ama anak itu “ katanya sambil menunjuk ke ara dua orang remaja yang sedang main gitar di sebrang jalan.
mas kenal tidak dengan may ! mayana
tidak ada mas yang nama may di sini ma..! ada photonya ? "
Wah iya..ini mas.." ku tunjukan photo may dari handphone ku
Yaaaa inima bukan may mas..! Ini rismawati .."jawabnya sambil tersenyum itumas rumahnya " katanya lagi sambil menunjuk sebuah rumah sederhana yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat saya berhenti.
Makasih a.."ku tinggalkan tempat itu , apa bener ini rumah may aka rismawati ? Kupandangi sebuah rumah berukuran 5x6meteran yang dindingnya sudah nampak lapuk di sana sini nampak cat yang sudah banyak terkelupas.
to be continue
photo: original uploader

