Yang tersisa

Yang tersisa

Selamat malam sang malam
Aku di sini masih bersamanya
Ku pandang ku ingat 
Tetaplah
Duduklah
Aku masih ingin bercerita
Tentang panasnya siang tadi
Juga tentang tangisan anak Itu
Aku masih ingin Semuanya
Selamat malam sang malam
Aku masih bersamanya
ku genggam dan ku dekap
Sampai ku terlelap

Indramayu 20-8-2016

yang tersisa....



Ah, hidup memang aneh
Salam perpisahan
Haruskah terucap kan lagi..?
Seribu tahun aku ingin di dekatmu
Di pojok jalan itu



Satu jam lebih, aku duduk memandangi rumah itu, sepertinya usahaku akan sia-sia sebab jejaknya pun sekarang tak berbekas yang ada hanya sisa kehangatan senyumnya belaka. Aku bangkit dan melangkah lagi menuju perempatan jalan yang biasa kami bermain, aku tinggalkan coretan kecil tanda di sebuah tiang penanda parkir. Aku berharap jikapun aku gagal menemukannya semoga suatu hari nanti dia menemukan dan membaca tanda ini, tanda yang hanya kami berdua mengerti agar beban dosa yang aku tanggung sedikit berkurang.

Jalanan makin sepi, aku putuskan kembali ke hotel melewati jalan Arab Street, sepanjang perjalan aku hanya bisa berharap dan berharap akan keajaiban saja. Tak sengaja aku melihat sebuah rumah yang masih menyala lampunya dan terlihat ada dua orang yang sedang berbincang, sepertinya sepasang suami istri, tapi yang menarik perhatianku adalah mata dari permpuan itu, sepertinya aku kenal, deg..! “Ya Allah apakah mata itu?” Aku berhenti, kupandandangi kedua orang yang sedang bercakap-cakap itu, tapi, blup..! lampunya di matikan, seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam hatiku, tapi di sisi lain apakah ini dia yang selama ini aku cari? Tapi karena waktu sudah larut malam, aku putuskan untuk terus pulang ke hotel. Dalam hati aku berjanji akan datang ke tempat itu lagi esok hari. HARUS!

Sesampai di hotel, kulihat Mas fasilitator masih ada diluar,  “Dari mana Pak?” sapanya.
“Jalan-jalan, jenuh di dalam terus. Aku pun ikut nimbrung bersama mereka, kami berbicara tentang program vokasi Menulis Kemendikbud. Selain itu tentunya juga berbincang tentang pengalaman kita selama berada di negara seribu denda ini. Hingga jam setengah dua kami berbincang-bincang hingga satu-persatu dari kami izin.

 

Ros, aku yakin kamu ada di sekitar sini, karena aku dapat merasakan kehangatan senyumu. Aku yakin semalam yang aku lihat adalah dirimu. Aku yakin itu. Ros, apa dirimu sudah tidak dapat merasakan Irama cinta yang pernah kita ukir bersama di hati kita. Kamu harus tau waktuku di negara ini hanya tinggal beberapa jam lagi, berilah kesempatan bagiku untuk menyampaikan maaf ini. Aku tau memang salah telah melalaikan janji yang pernah aku ucapkan, tapi setidaknya dengan kata maaf darimu mungkin beban dosa yang aku pikul ini sedikit berkurang walau mungkin tidak mengobati hatimu yang terlanjur terluka. Ros keluarlah, temuilah diriku sekali lagi. Sekali lagi. Aku mohon.

Waktu terus berputar dan tak kuasa untukku hentikan. Kesempatan untuk menemukan nya pun semakin berkurang dan sepertinya memang keberuntunganku memang belum berpihak padaku. Sekali lagi, kupandangi rumah tersebut. Aku masih berharap penghuninya keluar dari pintu itu, tapi sia-sia semua. Akhirnya aku putuskan pergi meninggalkan tempat tersebut dengan rasa penyesalan yang tak terbilang.




IYD 2016 #1

"hari yang aneh saat aku terjebak di lingkungan aneh 
suara suara yang aneh, isyarat demi isyarat membuat ku jadi aneh "

dua hari  ini saya kedatangan kawan relawan dari berbagai negara  yang akan berkegiatan di perpustakaan kami , di satu sisi saya bangga dengan di gandengnya perpustakaan kami oleh mereka tapi di sisi lainnya saya menghadapi masalah yang justru sangat penting buat intraksi dengan mereka ..yaitu.. bahasa yah saya sangat terkendala bahasa karena mereka hanya bisa memakai bahasa inggris yang justru tidak saya kuasai sama sekali.
betapa beratnya jika harus terus buka google translate        

jujur saya harus akui saya merasa jadi mayat hidup dihadapan mereka padahal saya ingin sekali berinteraksi dengan mereka saya ingin tahu bagaimana mereka sampai di desa kami yang terpencil ini ,juga saya ingin tahu motivasi mereka hingga meluangkan waktu dan uang mereka hanya untuk ikut kegiatan yang bagi sebagian orang hanya buang buang waktu belaka.

mereka berjumlah enam orang ,empat dari luar negri yaitu italia dua orang , denmark satu orang dan satunya dari taiwan, sedang dua partner lokal dari magelang dan purbalingga, mereka semua baik dan ramah hanya mungkin karena perbedaan budaya dan bahasa yang membatasi intraksi kami .

what your name..?
my name is joko..! " ha ha ha ..lucu rasanya kalau mengingat semua ini dan karena kendala bahasa tersebut terkadang tercipta suasana yang sangat hangat dan penuh tawa, apa lagi yang namanya frederica dia orangnya banyak omong dan selalu ingin tau dan itu justru membuat suasana jadi hidup.
sory i make speaking tarzan






indramayu undercover#2

sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang kekuningan layu karena belakangan hujan tak pernah turun lagi, kuhentikan motor matic saya ketika ada seorang yang sedang mencari rumput di pinggir jalan desa tersebut.
pak numpang nanya kalau desa bangodua itu di mana ya?
terus aja mas nanti di depan mas dapat desa namanya karanggetas , teruus lagi nanti dapat desa lagi.. itu desa bangodua mas..” katanya sambil terus memainkan aritnya .
makasih pak ya ..! o iya bapak mau rokok? ini pak! “ kataku mencoba mengakrabkan diri, karena saya pikir pingin istirahat dulu sambil menyiapkan keberanian untuk menemui may di depan orang tuanya.
wah ! makasih mas.. saya tidak ngerokok..”
haduuu maaf ya pak ..!”
angin kemarau menerpa wajah kusut ku yang dari semalam tak bisa tidur karena memikirkan kata pertama yang harus ku ucapkan di depan orang tua may.
saya memang sudah bertekad untuk mengakhiri petualangan dosa saya dengan may dengan mengikatnya dalam sebuah wadah pernikahan , karena saya yakin dia akan berubahkarena saya pikir dia menekuni pekerjaannya selama ini karena terpaksa
mas..mas..bangun! hati hati motornya jangan di tinggal gitu..!
ya allah rupanya saya tertidur , makasi pak yah..
kulihat bapak pencari rumput sudah bersiap siap untuk pulang dia memandandang saya sambil tersenyum
mas kalau istirahat jangan di sini ..! rawan..” katanya sambil meninggalkan saya
iya pak..!
dua kilo lebih selepas desa yang di katakan bapak pencari rumput tadi, baru saya memasuki sebuah perkampungan lagi, seperti perkampungan di indramayu pada umumnya sepanjang jalan desa terlihat beberapa rumah megah yang kontras dengan pemandangan sekelilingnya, saya pikir itu pasti rumahnya tuan tanah atau mungkin rumah buruh migran.. ah masa bodo emang kaya gini indramayu ma.
pak numpang nanya ..kalau rumah may..! mayana di mana pak? “aku bertanya pada penjual bensin eceran di pertigaan bangodua .
may siapa mas..? , kalau di sinima tidak ada yang namanya may mas..”
mayana !” kataku mencoba menjelaskan
mayana? siapa ya gak ada mas ! coba tanya ama anak itu “ katanya sambil menunjuk ke ara dua orang remaja yang sedang main gitar di sebrang jalan.
mas kenal tidak dengan may ! mayana
tidak ada mas yang nama may di sini ma..! ada photonya ? "
Wah iya..ini mas.." ku tunjukan photo may dari handphone ku
Yaaaa inima bukan may mas..! Ini rismawati .."jawabnya sambil tersenyum itumas rumahnya " katanya lagi sambil menunjuk sebuah rumah sederhana yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat saya berhenti.
Makasih a.."ku tinggalkan tempat itu , apa bener ini rumah may aka rismawati ? Kupandangi sebuah rumah berukuran 5x6meteran yang dindingnya sudah nampak lapuk di sana sini nampak cat yang sudah banyak terkelupas.
to be continue
photo: original uploader

indramayu undercover

kenapa denganmu may..? apa aku salah jika datang ke tempatmu ? kenapa diam..? “baiklah..aku pergi “ ku tinggalkan meja tempat kami duduk “karena aku pikir dia terganggu dengan keberadaan saya di sana.
tunggu..! “di tariknya tanganku ketika aku akan meninggalkan tempat tersebut, “ maafkan may mas..dengarkan may dulu, “ lalu kenapa kamu hanya diam ..?! “kataku , “ besok saya temui kamu di kos2an “ ku tinggalkan dia karena saya terlanjur kesal dengan sikapnya tadi.
awas jangan lupa nanti jam satu saya ke kosan kamu..! “
malam masih memainkan keindahannya , lalulalang kaki kaki jenjang menggoda setiap mata yang memandangnya , ku arahkan motor matic saya ke kedai kopi yang ada di sebrang jalan
mas kopi sumbawa ..! “ lagunya jamrud mengalun dari live performennya band indie kota kami menemani kesendirian saya
hubungan saya dengan may memang sudah terlanjur rapat, saya sudah menganggap dia bagian dari kehidupan saya, tapi saya masih belum berani untuk meminta dia berhenti bekerja di tempat tersebut, karena waktu itu dia cerita tentang keingininan membangun rumahnya dulu ,sedang pekerjaan sayapun akhir akhir ini lagi kurang baik.
to be continue
photo: original uploader

catatan perjalanan singkat 2


Langit singapura begitu cerah ketika kami sampai di the Asian Civilisations Museum sebuah kompleks bangunan tua peninggalan kolonial inggris yang di bangun pada tahun 1865 yang awal pembangunannya di gunakan sebagai gedung pengadilan. terletak di tepian Singapore river tempat di mana peradaban kota singapura di bangun.
Saya duduk di tepian sungai itu ketika semua teman teman sedang berebut antri membeli es cream satu dolar, ku pandangi lalu lalang perahu wisata yang menyusuri Singapore river...
aku iri dengan Negara ini yang bisa berhasil keluar sebagai Negara yang maju, walaupun penduduk singapura terdiri dari berbagai suku bangsa tapi mereka tidak menonjolkan ke etnisannya mereka akan menjawab dengan tegas sebagai bangsa singapura , tidak seperti di kita yang masih di sibukan dengan berbagai persoalan etnis dan keyakinan .
Saya membayangkan jika di Indonesia semua etnis dan keyakinan dengan bangga bicara sebagai bangsa Indonesia tentu kita akan lebih dari Negara singapura ini , karena kita memiliki segalanya.
Di depan the Asian Civilisations Museum ini juga saya melihat kejadian yang membuat saya malu sebagai anak bangsa , ketika itu saya sedang asik melihat seni instalasi yang ada di taman museum ada dua warga singapura yang sedang memegang bendera Negara mereka yang jatuh dari dari tiang nya kulihat mereka begitu perhatian , bendera itu di pegangin terus sambil di bersihkan nya sedang yang satunya menelpon petugas museum untuk memperbaikinya , yang jadi bikin saya bergetar adalah kedua orang tersebut tidak beranjak dari tempat itu hingga petugas yang di panggilnya datang.
sungguh sebuah pemandangan yang membuat saya malu sebagai warga Negara . ...

AKU INGIN

Oleh : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

sengaja saya kutip puisi nya pak joko damono sebagai ungkapan perasaan hatiku sekarang ini yang di landa kejenuhan yang akut.
yang tanpa kusadari telah membuatku terjebak dalam alam halusinasi yang ku bikin sendiri , aku memang sorang yang bodoh yang begitu mudahnya terbawa gelombang gelombang mimpi yang sebenarnya sudah saya sadari sebelum nya.




Kategori

Kategori