Langit singapura begitu cerah ketika kami sampai di the Asian Civilisations Museum sebuah kompleks bangunan tua peninggalan kolonial inggris yang di bangun pada tahun 1865 yang awal pembangunannya di gunakan sebagai gedung pengadilan. terletak di tepian Singapore river tempat di mana peradaban kota singapura di bangun.
Saya duduk di tepian sungai itu ketika semua teman teman sedang berebut antri membeli es cream satu dolar, ku pandangi lalu lalang perahu wisata yang menyusuri Singapore river...
aku iri dengan Negara ini yang bisa berhasil keluar sebagai Negara yang maju, walaupun penduduk singapura terdiri dari berbagai suku bangsa tapi mereka tidak menonjolkan ke etnisannya mereka akan menjawab dengan tegas sebagai bangsa singapura , tidak seperti di kita yang masih di sibukan dengan berbagai persoalan etnis dan keyakinan .
Saya membayangkan jika di Indonesia semua etnis dan keyakinan dengan bangga bicara sebagai bangsa Indonesia tentu kita akan lebih dari Negara singapura ini , karena kita memiliki segalanya.
Di depan the Asian Civilisations Museum ini juga saya melihat kejadian yang membuat saya malu sebagai anak bangsa , ketika itu saya sedang asik melihat seni instalasi yang ada di taman museum ada dua warga singapura yang sedang memegang bendera Negara mereka yang jatuh dari dari tiang nya kulihat mereka begitu perhatian , bendera itu di pegangin terus sambil di bersihkan nya sedang yang satunya menelpon petugas museum untuk memperbaikinya , yang jadi bikin saya bergetar adalah kedua orang tersebut tidak beranjak dari tempat itu hingga petugas yang di panggilnya datang.
sungguh sebuah pemandangan yang membuat saya malu sebagai warga Negara . ...


